Tag Archives: UU Nomor 5 Tahun 1967 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kehutanan

H – Hutan Wisata

“Hutan Wisata adalah kawasan hutan yang diperuntukkan secara khusus untuk dibina dan dipelihara guna kepentingan pariwisata dan/atau wisata-buru, yaitu: (a) Hutan Wisata yang memiliki keindahan alam, baik keindahan nabati, keindahan hewani, maupun keindahan alamnya sendiri mempunyai corak khas untuk dimanfaatkan bagi kepentingan rekreasi dan kebudayaan, disebut “Taman Wisata.” (b) Hutan Wisata yang di dalamnya terdapat satwa buru yang memungkinkan diselenggarakannya pemburuan yang teratur bagi kepentingan rekreasi, disebut “Taman Buru.”.” (Pasal 3 Angka 4 Huruf a dan b UU Nomor 5 Tahun 1967 Tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kehutanan).

Tagged , , ,

H – Hutan Suaka Alam

“Hutan Suaka Alam adalah kawasan hutan yang karena sifatnya khas diperuntukkan secara khusus untuk perlindungan alam hayati dan/atau manfaat-manfaat lainnya, yaitu: (a) Hutan Suaka Alam yang berhubungan dengan keadaan alamnya yang khas termasuk alam hewani dan alam nabati, perlu dilindungi untuk kepentingnan ilmu pengetahuan dan kebudayaan, disebut “Cagar Alam”. (b) Hutan Suaka Alam yang ditetapkan sebagai suatu tempat hidup margasatwa yang mempunyai nilai khas bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan serta merupakan kekayaan dan kebanggaan nasional, disebut “Suaka Marga-satwa”.” (Pasal 3 Angka 3 Huruf a dan b UU Nomor 5 Tahun 1967 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kehutanan).

Tagged , , ,