Tag Archives: UU Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai

T – Tempat Penimbunan Sementara (1-4)

“Tempat Penimbunan Sementara (1) adalah bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di Kawasan Pabean untuk menimbun barang sementara menunggu pemuatan atau pengeluarannya.” (Pasal 1 Angka 16 UU Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan). “Tempat Penimbunan Sementara (2) adalah bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di Kawasan Pabean untuk menimbun barang sementara menunggu pemuatan dan pengeluarannya.” (Pasal 1 Angka 14 UU Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai). “Tempat Penimbunan Sementara (3) adalah bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di kawasan pabean untuk menimbun barang, sementara menunggu pemuatan atau pengeluarannya.” (Pasal 1 Angka 16 UU Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan). “Tempat Penimbunan Sementara (4) adalah bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di kawasan pabean untuk menimbun barang sementara menunggu pemuatan atau pengeluarannya.” (Pasal 1 Angka 16 UU Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai).

Tagged , , , , , , ,

T – Tempat Penimbunan Berikat (1-4)

“Tempat Penimbunan Berikat (1) adalah bangunan, tempat atau kawasan yang memenuhi persyaratan tertentu yang digunakan untuk menimbun, mengolah, memamerkan, dan/atau menyediakan barang untuk dijual dengan mendapatkan penangguhan Bea Masuk.” (Pasal 1 Angka 17 UU Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan). “Tempat Penimbunan Berikat (2) adalah bangunan, tempat atau kawasan yang memenuhi persyaratan tertentu yang digunakan untuk menimbun, mengolah, memamerkan, dan/atau menyediakan barang untuk dijual dengan mendapatkan penangguhan bea masuk.” (Pasal 1 Angka 15 UU Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai). “Tempat Penimbunan Berikat (3) adalah bangunan, tempat, atau kawasan yang memenuhi persyaratan tertentu yang digunakan untuk menimbun barang dengan tujuan tertentu dengan mendapatkan penangguhan bea masuk.” (Pasal 1 Angka 17 UU Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan). “Tempat Penimbunan Berikat (4) adalah bangunan, tempat, atau kawasan yang memenuhi persyaratan tertentu yang digunakan untuk menimbun barang dengan tujuan tertentu dengan mendapatkan penangguhan bea masuk.” (Pasal 1 Angka 17 UU Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai).

Tagged , , , , , , ,