Tag Archives: UU Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Lembaga Penjamin Simpanan

N – Nasabah Penyimpan (1-3)

“Nasabah Penyimpan (1) adalah nasabah yang menempatkan dananya di bank dalam bentuk simpanan berdasarkan perjanjian bank dengan nasabah yang bersangkutan.” (Pasal 1 Angka 17 UU Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan). “Nasabah Penyimpan (2) adalah nasabah penyimpan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang tentang Perbankan.” (Pasal 1 Angka 5 UU Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Lembaga Penjamin Simpanan). “Nasabah Penyimpan (3) adalah Nasabah yang menempatkan dananya di Bank Syariah dan/atau UUS dalam bentuk Simpanan berdasarkan Akad antara Bank Syariah atau UUS dan Nasabah yang bersangkutan.” (Pasal 1 Angka 17 UU Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah).

Advertisements
Tagged , , , , , ,

N – Nasabah Debitur (1-2)

“Nasabah Debitur (1) adalah na-sabah yang memperoleh fasilitas kredit atau pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah atau yang dipersamakan dengan itu berdasarkan perjanjian bank dengan nasabah yang bersangkutan.” (Pasal 1 Angka 18 UU Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan). “Nasabah Debitur (2) adalah nasabah debitur sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang tentang Perbankan.” (Pasal 1 Angka 6 UU Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Lembaga Penjamin Simpanan).

Tagged , , , , ,
Advertisements