Tag Archives: UU nomor 21 tahun 1992 tentang pelayaran

T – Telekomunikasi Pelayaran (1-2)

“Telekomunikasi Pelayaran (1) adalah setiap pemancaran, pengiriman atau penerimaan tiap jenis tanda, gambar, suara, dan informasi dalam bentuk apapun melalui sistem kawat, optik, radio atau sistem elektromagnetik lainnya dalam dinas bergerak pelayaran yang merupakan bagian dari keselamatan pelayaran.” (Pasal 1 Angka 7 UU Nomor 21 Tahun 1992 Tentang Pelayaran). “Telekomunikasi Pelayaran (2) adalah telekomunikasi khusus untuk keperluan dinas pelayaran yang merupakan setiap pemancaran, pengiriman atau penerimaan tiap jenis tanda, gambar, suara dan informasi dalam bentuk apapun melalui sistem kawat, optik, radio, atau system elektromagnetik lainnya dalam dinas bergerak pelayaran yang merupakan bagian dari keselamatan pelayaran.” (Pasal 1 Angka 47 UU Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran).

Advertisements
Tagged , , , , ,

S – Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (1-2)

“Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (1) adalah sarana yang dibangun atau terbentuk secara alami yang berada di luar kapal yang berfungsi membantu navigator dalam menentukan posisi dan/atau haluan kapal serta memberitahukan bahaya dan/atau rintangan pelayaran untuk kepentingan keselamatan berlayar.” (Pasal 1 Angka 6 UU Nomor 21 Tahun 1992 Tentang Pelayaran). “Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (2) adalah peralatan atau sistem yang berada di luar kapal yang didesain dan dioperasikan untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi bernavigasi kapal dan/atau lalu lintas kapal.” (Pasal 1 Angka 46 UU Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran).

Tagged , , , , ,
Advertisements