Tag Archives: UU nomor 20 tahun 2002 tentang ketenagalistrikan

T – Transmisi Tenaga Listrik (1-2)

“Transmisi Tenaga Listrik (1) adalah penyaluran tenaga listrik dari suatu sumber pembangkitan ke suatu sistem distribusi atau kepada konsumen, atau penyaluran tenaga listrik antar-sistem.” (Pasal 1 Angka 8 UU Nomor 20 Tahun 2002 Tentang Ketenagalistrikan). “Transmisi Tenaga Listrik (2) adalah penyaluran tenaga listrik dari pembangkitan ke sistem distribusi atau ke konsumen, atau penyaluran tenaga listrik antar-sistem.” (Pasal 1 Angka 5 UU Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan).

Tagged , , , , ,

T – Tenaga Listrik (1-3)

“Tenaga Listrik (1) adalah salah satu bentuk energi sekunder yang dibangkitkan, ditransmisikan, dan keperluan, dan bukan listrik yang dipakai untuk komunikasi atau isyarat.” (Pasal 1 Angka 2 UU Nomor 15 Tahun 1985 Tentang Ketenagalistrikan). “Tenaga Listrik (2) adalah suatu bentuk energi sekunder yang dibangkitkan, ditransmisikan, dan didistribusikan untuk segala macam keperluan, tidak termasuk listrik yang dipakai untuk komunikasi, elektronika, atau isyarat.” (Pasal 1 Angka 2 UU Nomor 20 Tahun 2002 Tentang Ketenagalistrikan). “Tenaga Listrik (3) adalah suatu bentuk energi sekunder yang dibangkitkan, ditransmisikan, dan didistribusikan untuk segala macam keperluan, tetapi tidak meliputi listrik yang dipakai untuk komunikasi, elektronika, atau isyarat.”(Pasal 1 Angka 2 UU Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan).

Tagged , , , , , ,