Tag Archives: UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

S – Serikat Pekerja/Serikat Buruh (1-3)

“Serikat Pekerja/Serikat Buruh (1) adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggungjawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.” (Pasal 1 Angka 1 UU Nomor 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh). “Serikat Pekerja/Serikat Buruh (2) adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggungjawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.” (Pasal 1 Angka 17 UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan). “Serikat Pekerja/Serikat Buruh (3) adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggungjawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.” (Pasal 1 Angka 8 UU Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial).

Tagged , , , , , ,

S – Seminggu (1-3)

“Seminggu (1) adalah waktu selama 7 hari.” (Pasal 1 Huruf h UU Nomor 12 Tahun 1948 Tentang Undang-Undang Kerja Tahun 1948). “Seminggu (2) adalah waktu selama 7 hari.” (Pasal 1 Angka 8 UU Nomor 1 Tahun 1951 tentang Pernyataan Berlakunya Undang-Undang Kerja Tahun 1948 Nomor 12 Dari Republik Indonesia Untuk Seluruh Indonesia). “Seminggu (3) adalah waktu selama 7 (tujuh) hari.” (Pasal 1 Angka 29 UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan).

Tagged , , , , , ,