Peluang Magang di Lembaga Arbitrase SIAC

 SIAC

 

Banyak pebisnis lebih suka menyelesaikan sengketanya di arbitrase, atau mekanisme penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Mengapa? Sebab kalau bersengketa di pengadilan, perkaranya akan menjadi informasi publik. Siapa pun bisa tahu.

Kalau di arbitrase berbeda. Sidangnya tertutup untuk umum. Prosesnya juga cepat—rata-rata enam bulan selesai. Putusannya bersifat final & binding (final dan mengikat). Jadi kalau sudah diputuskan, pihak-pihak yang bersengketa tidak dapat mengajukan banding atau kasasi. Lalu, mereka yang bersengketa boleh memilih tempat arbitrase dan hakim-hakimnya.

Salah satu tempat pilihan arbitrase adalah di Singapura. Di sana, urusan arbitrase-nya diatur oleh Singapura International Arbitration Centre (SIAC). Kamis (17/9/2015) pekan lalu, rombongan perwakilan SIAC mengggelar konferensi di Indonesia. Konferensi digelar di Raffles Hotel, Jakarta.

SIACSuasana konferensi yang digelar oleh SIAC di Raffles Hotel, Jakarta, pada Kamis (17/9) pekan lalu.

Handa Abidin Ph.D., Ketua Program Studi Hukum Bisnis di Podomoro University, yang hadir dalam acara tersebut, melaporkan, “Acaranya berlangsung dari pagi sampai sore hari. Ini merupakan event terbatas. Ada hampir 100-an peserta yang hadir. Mereka adalah para pengacara dari firma-firma hukum papan atas Indonesia, para legal counsel, termasuk pengacara-pengacara asing.”

Konferensi tersebut membahas sejumlah isu. Di antaranya, kiat memilih arbitrase, membuat draft arbitrase dan pemilihan mekanisme penyelesaian sengketa. Lalu, ada sesi yang khusus membahas penyelesaian sengketa di industri minyak dan gas, serta paparan dari SIAC tentang expedited procedure (“EP”) atau percepatan prosedur.

Memasuki era ASEAN Economic Community (AEC), atau masyarakat kita lebih mengenalnya dengan sebutan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), arbitrase bakal menjadi pilihan untuk menyelesaikan sengketa terkait perdagangan. Maka, informasi tentang tata cara berarbitrase menjadi penting untuk diketahui.

SIAC 3Handa Abidin dan Tan Ai Leen, perwakilan dari SIAC.

Di sela-sela acara, Handa Abidin berbicara dengan Tan Ai Leen, selaku perwakilan SIAC. Handa menggagas soal peluang magang bagi mahasiswa Program Studi Hukum Bisnis, Podomoro University, di SIAC. Handa melaporkan, Tan Ai Leen menyambut baik tawaran tersebut. Kata Handa, “Saya belum pernah mendengar ada mahasiwa hukum asal Indonesia yang bisa magang di SIAC.” Untuk itu dia akan membekali mahasiswa Hukum Bisnis di Podomoro University agar siap magang di SIAC.

Handa menambahkan, “Bahkan pihak SIAC juga menawarkan kemungkinan pihaknya memberikan kuliah tamu di Podomoro University melalui metode e-learning, termasuk melalui Skype.” Ini tentu tawaran yang menarik. Semoga bisa direalisasikan.

Keterangan: Seluruh materi pada artikel ini dikutip dari link sebagai berikut;

Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: