S – Sisa Anggaran Lebih (1-6)

Sisa Anggaran Lebih (1) adalah selisih antara realisasi pendapatan negara dan belanja negara. (Pasal 1 Angka 8 UU Nomor 1 Tahun 1994 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1994/1995). Sisa Anggaran Lebih (2) adalah selisih lebih antara realisasi pendapatan negara dan belanja negara. (Pasal 1 Angka 8 UU Nomor 2 Tahun 1995 Tentang APBN Tahun 1995-1996). Sisa Anggaran Lebih (3) adalah selisih lebih antara realisasi pendapatan negara dan belanja negara. (Pasal 1 Angka 8 UU Nomor 2 Tahun 1996 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1996/1997). Sisa Anggaran Lebih (4) adalah selisih lebih antara realisasi pendapatan negara dan belanja negara. (Pasal 1 Angka 8 UU Nomor 6 Tahun 1997 Tentang APBN Tahun 1997/1998). Sisa Anggaran Lebih (5) adalah selisih lebih antara realisasi pendapatan negara dan belanja negara. (Pasal 1 Angka 8 UU Nomor 3 Tahun 1998 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1998/1999). Sisa Anggaran Lebih (6) adalah selisih antara realisasi pendapatan negara dan belanja negara. (Pasal 1 Angka 8 UU Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1999/2000).

Advertisements
Tagged , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: