P – Pembiayaan Defisit Anggaran (1-11)

Pembiayaan Defisit Anggaran (1) adalah semua jenis pembiayaan yang digunakan untuk menutup defisit anggaran negara dalam APBN. (Pasal 1 Angka 27 UU Nomor 13 Tahun 2005 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2006). Pembiayaan Defisit Anggaran (2) adalah semua jenis pembiayaan yang digunakan untuk menutup defisit anggaran negara dalam APBN. (Pasal 1 Angka 28 UU Nomor 45 Tahun 2007 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2008).Pembiayaan Defisit Anggaran (3) adalah semua jenis pembiayaan yang digunakan untuk menutup defisit anggaran negara dalam APBN. (Pasal 1 Angka 30 UU Nomor 41 Tahun 2008 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009). Pembiayaan Defisit Anggaran (4) adalah semua jenis pembiayaan yang digunakan untuk menutup defisit anggaran negara dalam APBN. (Pasal 1 Angka 30 UU Nomor 26 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2008 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009). Pembiayaan Defisit Anggaran (5) adalah semua jenis penerimaan pembiayaan yang digunakan untuk menutup defisit anggaran negara dalam APBN dan kebutuhan penge-luaran pembiayaan. (Pasal 1 Angka 29 UU Nomor 47 Tahun 2009 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2010). Pembiayaan Defisit Anggaran (6) adalah semua jenis penerimaan pembiayaan yang digunakan untuk menutup defisit anggaran negara dalam APBN dan kebutuhan pengeluaran pembiayaan. (Pasal 1 Angka 1 ke-29 UU Nomor 2 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2009 tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2010). Pembiayaan Defisit Anggaran (7) adalah semua jenis penerimaan pembiayaan yang digunakan untuk menutup defisit anggaran negara dalam APBN dan kebutuhan pengeluaran pembiayaan. (Pasal 1 Angka 30 UU Nomor 10 Tahun 2010 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2011). Pembiayaan Defisit Anggaran (8) adalah semua jenis penerimaan pembiayaan yang digunakan untuk menutup defisit anggaran negara dalam APBN dan kebutuhan pengeluaran pembiayaan. (Pasal 1 Angka 30 UU Nomor 11 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2010 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2011).  Pembiayaan Defisit Anggaran (9) adalah semua jenis penerimaan pembiyaaan yang digunakan untuk menutup defisit anggaran negara dalam APBN dan kebutuhan pengeluaran pembiayaan. (Pasal 1 Angka 22 UU Nomor 22 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012). Pembiayaan Defisit Anggaran (10) adalah semua jenis penerimaan pembiayaan yang digunakan untuk menutup defisit anggaran negara dalam APBN dan kebutuhan pengeluaran pembiayaan. (Pasal 1 Angka 22 UU Nomor 4 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012). Pembiayaan Defisit Anggaran (11) adalah semua jenis penerimaan pembiayaan yang digunakan untuk menutup defisit anggaran negara dalam APBN dan kebutuhan pengeluaran pembiayaan. (Pasal 1 Angka 22 UU Nomor 4 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012).

Advertisements
Tagged , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: