P – Pajak Perdagangan Internasional (1-17)

Pajak Perdagangan Internasional (1) adalah semua penerimaan negara yang berasal dari bea masuk dan pungutan (pajak) ekspor. (Pasal 1 Angka 4 UU Nomor 2 Tahun 2000 Tentang APBN Tahun 2000). Pajak Perdagangan Internasional (2) adalah semua penerimaan Negara yang berasal dari bea masuk dan pungutan (pajak) ekspor. (Pasal 1 Angka 4 UU Nomor 35 Tahun 2000 Tentang APBN Tahun 2001). Pajak Perdagangan Internasional (3) adalah semua penerimaan negara yang berasal dari bea masuk dan pajak/pungutan ekspor. (Pasal 1 Angka 4 UU Nomor 19 Tahun 2001 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2002). Pajak Perdagangan Internasional (4) adalah semua penerimaan negara yang berasal dari bea masuk dan pajak/pungutan ekspor. (Pasal 1 Angka 4 UU Nomor 29 Tahun 2002 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003). Pajak Perdagangan Internasional (5) adalah semua penerimaan Negara yang berasal dari bea masuk dan pajak/pungutan ekspor. (Pasal 1 Angka 4 UU Nomor 28 Tahun 2003 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2004).Pajak Perdagangan Internasional (6) adalah semua penerimaan negara yang berasal dari bea masuk dan pajak/pungutan ekspor. (Pasal 1 Angka 4 UU Nomor 36 Tahun 2004 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2005).Pajak Perdagangan Internasional (7) adalah semua penerimaan negara yang berasal dari bea masuk dan pajak/pungutan ekspor. (Pasal 1 Angka 4 UU Nomor 13 Tahun 2005 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2006). Pajak Perdagangan Internasional (8) adalah semua penerimaan negara yang berasal dari beamasuk dan pajak/pungutan ekspor. (Pasal 1 Angka 4 UU Nomor 18 Tahun 2006 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2007). Pajak Perdagangan Internasional (9) adalah semua penerimaan negara yang berasal dari bea masuk dan bea keluar. (Pasal 1 Angka 4 UU Nomor 45 Tahun 2007 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2008). Pajak Perdagangan Internasional (10) adalah semua penerimaan negara yang berasal dari bea masuk dan bea keluar. (Pasal 1 Angka 4 UU Nomor 41 Tahun 2008 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009). Pajak Perdagangan Internasional (11) adalah semua penerimaan negara yang berasal dari bea masuk dan bea keluar.  (Pasal 1 Angka 4 UU Nomor 26 Tahun 2009 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2008 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009). Pajak Perdagangan Internasional (12) adalah semua penerimaan negara yang berasal dan bea masuk dan bea keluar. (Pasal 1 Angka 4 UU Nomor 47 Tahun 2009 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2010). Pajak Perdagangan Internasional (13) adalah semua penerimaan negara yang berasal dari bea masuk dan bea keluar. (Pasal 1 Angka 1 ke-4 UU Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2009 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2010). Pajak Perdagangan Internasional (14) adalah semua penerimaan negara yang berasal dari bea masuk dan bea keluar. (Pasal 1 Angka 5 UU Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2011). Pajak Perdagangan Internasional (15) adalah semua penerimaan negara yang berasal dari bea masuk dan bea keluar. (Pasal 1 Angka 5 UU Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2011). Pajak Perdagangan Internasional (16) adalah semua penerimaan negara yang berasal dari bea masuk dan bea keluar. (Pasal 1 Angka 5 UU Nomor 22 Tahun 2011 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2011). Pajak Perdagangan Internasional (17) adalah semua penerimaan negara yang berasal dari bea masuk dan bea keluar. (Pasal 1 Angka 5 UU Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012). Pajak perdagangan internasional (18)  adalah semua penerimaan negara yang berasal dari bea masuk dan bea keluar. (Pasal 1 Angka 5 UU No. 4 Tahun 2012 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012).

Undang-undang:

UU No. 4 Tahun 2012 Tentang PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2012

Sumber: http://www.dpr.go.id

Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: