O – Obyek Pajak (1-2)

“Obyek Pajak (1) adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk di dalamnya: a) gaji, upah, komisi, bonus, atau gratifikasi, uang pensiun atau imbalan lainnya untuk pekerjaan yang dilakukan; b) honorarium, hadiah undian dan penghargaan; c) laba bruto usaha; d) keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta, termasuk keuntungan yang diperoleh oleh perseroan, persekutuan, dan badan lainnya karena pengalihan harta kepada pemegang saham, sekutu, anggota, serta karena likuidasi; e) penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah diperhitungkan sebagai biaya; f) bunga; g) dividen, dengan nama dan dalam bentuk apapun, yang, dibayarkan oleh perseroan, pembayaran dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis, pembagian Sisa Hasil Usaha koperasi kepada pengurus dan pengembalian Sisa Hasil Usaha koperasi kepada anggota; h) royalti; i) sewa dari harta; j) penerimaan atau perolehan pembayaran berkala.” (Pasal 4 Angka 1 UU Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan). “Obyek Pajak (2) adalah bumi dan/atau bangunan.” (Pasal 2 Angka 1 UU Nomor 12 Tahun 1985 Tentang Pajak Bumi Dan Bangunan).

Advertisements
Tagged , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: