K – Kepala Keluarga

“Kepala Keluarga adalah a). suami, untuk istri dan anak-anak, anak-anak tiri, anak-anak angkat dan anak-anak lainnya yang belum cukup umur yang merupakan keluarga sedarah atau semenda dari si suami; b). wanita dewasa yang tidak (lagi) bersuami atau janda, untuk anak-anak, anak-anak tiri, anak-anak angkat dan anak-anak lainnya yang belum cukup umur yang merupakan keluarga sedarah atau semenda dari bekas suaminya; c). lelaki atau wanita, yang meskipun belum cukup umur, tetapi sudah mempunyai pendapatan sendiri, dan/atau tidak dapat membuktikan bahwa kehidupannya ditanggung oleh orang tuanya; d). lelaki atau wanita yang sudah (pernah) kawin, juga dalam hal umur mereka kurang dari dua puluh satu tahun; e). istri yang kawin dengan perjanjian menurut pasal 140 Kitab Undang-Undang Hukum Sipil atau perjanjian-perjanjian yang mempunyai kekuatan menurut hukum sama atau mendekati pasal 140 Kitab Undang-Undang Hukum Sipil, untuk dirinya sen-diri; f). lelaki dan wanita yang sudah cukup umur, bagi dirinya masing-masing; g). wali untuk anak-anak dimaksud pada pasal 5 ayat 3; h). wanita kawin yang hidup terpisah menurut hukum, dimaksud pada pasal 5 ayat 12.” (Pasal 3 Angka 1 Huruf a-h UU Nomor 74 Tahun 1958 Tentang Penetapan “Undang-Undang Darurat No. 16 Tahun 1957 Tentang Pajak Bangsa Asing (Lembaran Negara Tahun 1957 No. 63)” Sebagai Undang-Undang).

Advertisements
Tagged , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: