J – Jaksa (1-4)

“Jaksa (1) adalah pejabat yang diberi wewenang oleh undang-undang ini untuk bertindak sebagai penuntut umum serta melaksanakan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.” (Pasal 1 Angka 6 Huruf a UU Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana). “Jaksa (2) adalah pejabat yang diberi wewenang oleh undang-undang ini untuk bertindak sebagai penuntut umum serta melaksanakan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.” (Pasal 1 Angka 1 UU Nomor 5 Tahun 1991 Tentang Kejaksaan Republik Indonesia). “Jaksa (3) adalah pejabat fungsional yang diangkat dan diberhentikan oleh Jaksa Agung.” (Pasal 8 Angka 1 UU Nomor 5 Tahun 1991 Tentang Kejaksaan Republik Indonesia). “Jaksa (4) adalah pejabat fungsional yang diberi wewenang oleh undang-undang untuk bertindak sebagai penuntut umum dan pelaksana putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap serta wewenang lain berdasarkan undang-undang.” (Pasal 1 Angka 1 UU Nomor 16 Tahun 2004 Tentang Kejaksaan Republik Indonesia).

Advertisements
Tagged , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: